BUMDesa Desa Gara, Satarmese, Manggarai menetapkan 3 jenis Ketapang untuk meningkatkan Pendapatan Masyarakat.

Program pemberdayaan ekonomi di Desa Gara, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai melalui empat sektor utama:
  1. Sektor Perkebunan (Ketapang); Penanaman pohon Ketapang difokuskan sebagai komoditas jangka panjang. Selain berfungsi sebagai peneduh dan pelestari lingkungan di wilayah Satarmese, biji ketapang memiliki nilai ekonomi sebagai bahan baku industri kuliner atau kosmetik yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.
  2. Sektor Hortikultura; Pemanfaatan lahan desa untuk tanaman hortikultura (seperti sayur-sayuran dan buah-buahan) bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan. Program ini memungkinkan masyarakat memperoleh penghasilan harian atau mingguan dengan menyuplai kebutuhan pasar lokal di Manggarai.
  3. Sektor Industri Kecil (Produksi Tempe); Pengembangan produksi tempe merupakan upaya hilirisasi pangan berskala rumah tangga. Dengan mengolah kedelai menjadi tempe secara mandiri, masyarakat mendapatkan nilai tambah (value added) dibandingkan hanya menjual bahan mentah, sekaligus memenuhi kebutuhan protein warga sekitar.
  4. Sektor Peternakan (Ayam Petelur); Budidaya ayam petelur dipilih untuk memberikan arus kas (cash flow) harian bagi masyarakat melalui penjualan telur. Selain meningkatkan gizi keluarga, sektor ini sangat potensial karena permintaan telur di wilayah Manggarai cenderung tinggi dan stabil.
Tujuan Utama: Melalui kombinasi empat sektor ini (jangka pendek, menengah, dan panjang), Pemerintah Desa Gara berupaya mendiversifikasi sumber penghasilan agar ekonomi masyarakat tidak bergantung pada satu komoditas saja, sehingga tercipta ketahanan ekonomi desa yang lebih kuat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama